[Penjelasan Lengkap] Perbedaan MLM dan Skema Ponzi

Perbedaan MLM dan skema ponzi dapat dilihat dari sistem bisnis yang diberlakukan. Keduanya memiliki cara kerja dan aturan yang berbeda.

    Perbedaan MLM dan skema Ponzi bisa dilihat dari sistem bisnis yang dijalankan oleh kedua bisnis tersebut. Banyak orang yang selama ini mengetahui bahwa MLM atau Multi Level Marketing memiliki sistem yang sama dengan skema ponzi.

    Padahal MLM dan skema ponzi memiliki banyak perbedaan. Sistem dana cara menjalankan kedua bisnis tersebut sangat berbeda. Berikut ini adalah pembahasan lengkap mengenai apa yang dimaksud dengan MLM, skema ponzi, dan apa saja yang membedakan kedua bisnis tersebut. 

    mlm dan ponzi


    Pengertian MLM dan Skema Ponzi

    Pengertian MLM dan skema ponzi memiliki poin yang jauh berbeda. Inilah pengertian untuk masing-masing sistem bisnis tersebut:

    Pengertian MLM

    MLM atau biasa dikenal dengan sebutan Multi Level Marketing merupakan cara bisnis dengan menerapkan sistem bisnis bertingkat. Sistem bisnis yang satu ini mengharuskan pada pelaku usaha untuk menjual produk sekaligus melakukan proses rekrutmen downline.

    Downline merupakan pelaku usaha yang sama, namun berada 1 tingkat di bawah upline. Bila Anda dapat menjual produk dari MLM tersebut, Anda akan mendapatkan penghasilan pasif sekaligus keuntungan dari penghasilan produk.

    Baca Juga: 6 Langkah Langkah Pengembangan Ide dan Peluang Usaha 

     

    pengertian mlm

    Namun, proses rekrutmen juga akan menghasilkan keuntungan untuk Anda. Bila downline Anda berhasil menjual produk, Anda juga akan mendapatkan poin atau bonus sebagai penghasilan pasif untuk Anda.

    Bisa disimpulkan bahwa MLM merupakan sistem bisnis bertingkat dimana downline akan menambah penghasilan pasif Anda. Namun, Anda tetap akan mendapatkan penghasilan dari penghasilan produk yang Anda lakukan meskipun Anda belum dapat menambah anggota atau downline.

    Pengertian Skema Ponzi

    Berbeda dengan sistem bisnis MLM, pengertian skema ponzi memiliki cara dan sistem yang berbeda. Meskipun selama ini banyak disebut sebagai cara bisnis yang serupa, namun sebenarnya skema ponzi memiliki cara menjalankan bisnis yang berbeda.

    Skema ponzi menekankan pada sistem rekrutmen anggota baru yang harus selalu dilakukan oleh setiap anggota yang telah bergabung terlebih dahulu. Namun, pada proses rekrutmen tersebut, anggota baru wajib membayarkan sejumlah uang untuk biaya pendaftaran.

    pengertian ponzi

    Uang uang inilah yang akan menjadi penghasilan para upline atau para anggota lama. Bila proses rekrutmen berhenti dilakukan, penghasilan pasif semua anggota akan berhenti alias Anda tidak akan mendapatkan penghasilan bila tidak merekrut anggota baru.

    Bisnis yang dijalankan dengan skema ponzi juga tidak memiliki produk khusus untuk dijual. Semua perputaran uang dilakukan dengan dana yang didapatkan dari pendaftaran para anggota baru yang turut bergabung.

    Meskipun keduanya merupakan sistem bisnis yang bisa dilakukan, namun MLM dan skema ponzi memiliki sistem kerja yang berbeda. Bila Anda ingin bergabung atau memulai sebuah bisnis dan investasi, Anda harus benar benar mengenali sistem yang akan digunakan.

    Baca Juga: 10 Ide Bisnis untuk Ibu Rumah Tangga di Kampung yang Mudah

    Ciri Ciri MLM dan Skema Ponzi

    Setelah Anda memahami pengertian MLM dan skema ponzi, Anda juga harus memahami ciri ciri MLM dan skema ponzi. Inilah beberapa ciri ciri yang harus Anda pahami sehingga Anda tidak terjebak dalam bisnis yang salah.

    Ciri Ciri MLM

    Beberapa poin di bawah ini merupakan ciri ciri MLM yang harus Anda pahami:

    Pendapatan terbesar dari penjualan produk

    Ciri yang paling mudah dikenali dari bisnis dengan sistem MLM adalah sumber pendapatan terbesar untuk para anggotanya. Bisnis MLM biasanya memiliki produk yang lengkap untuk dijual. Pendapatan para anggota didapatkan dari produk tersebut.

    Semakin banyak Anda menjual produk, semakin besar pendapatan yang akan diperoleh. Bila Anda dapat merekrut anggota baru, Anda berpotensi mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari komisi produk yang berhasil dijual oleh downline Anda.

    Bonus didapatkan dari hasil penjualan produk

    MLM juga memiliki ciri yang khas dari sistem perolehan bonus untuk semua anggota. Bonus yang besar dapat diperoleh dari penjualan produk yang dapat dilakukan pada periode tersebut. Bila Anda bisa menjual produk melebihi target, bonus besar akan Anda dapatkan.

    Dari pihak pemilik bisnis MLM tidak pernah menawarkan bonus besar tanpa adanya proses penjualan produk dengan jumlah yang besar. Hal ini juga berlaku untuk produk yang berhasil dijual oleh para downline.

    Bila para downline berhasil menjual produk dengan jumlah tertentu, Anda akan otomatis mendapatkan komisi dari hasil penjualan tersebut. Namun proses perekrutan bukan merupakan sebuah kewajiban pada bisnis MLM.

    Tidak ada perekrutan, penghasilan pasif tetap diterima

    Pada bisnis dengan sistem MLM, seluruh anggota tetap dapat memperoleh bonus besar meskipun tidak melakukan perekrutan. Potongan harga dengan jumlah yang menarik juga akan didapatkan bila Anda melakukan pembelian untuk produk dari MLM tersebut.

    Terkait dengan bonus dan penghasilan pasif yang diterima, seluruh anggota tetap akan mendapatkan bonus meskipun proses perekrutan sedang tidak terjadi pada periode tersebut. Hal ini menjadi salah satu ciri utama bisnis MLM.

    Sebelum Anda terjun ke dunia MLM, sebaiknya Anda benar-benar memahami beberapa ciri tersebut. Pahami cara kerjanya supaya Anda tidak bingung ketika menjalankannya.

    Baca Juga: Jenis Jenis Bisnis Online dan Contoh Bisnis Online

    Ciri Ciri Skema Ponzi

    Berikut ini merupakan ciri ciri skema ponzi yang wajib dipahami sebelum Anda terjun dan memilih bisnis ini:

    Pendapatan berasal dari proses perekrutan

    Pada sistem bisnis skema ponzi, sumber pendapatan utama didapatkan dari proses rekrutmen yang dilakukan oleh seluruh anggota. Dengan kata lain, sistem bisnis skema ponzi atau yang lebih dikenal dengan istilah skema piramida.

    Para anggota yang baru bergabung diwajibkan untuk membayar sejumlah biaya sebagai syarat pendaftaran. Dalam periode tertentu, para anggota tersebut dijanjikan sejumlah bonus dari proses perekrutan selanjutnya.

    Bonus yang dijanjikan memiliki jumlah yang sangat besar

    Bila diperhatikan lebih detail, bisnis dengan sistem skema ponzi menjanjikan bonus dengan jumlah yang sangat besar. Bahkan binus yang dijanjikan hingga mencapai 20% per bulan. Tentu hal ini sangat tidak masuk akal terjadi di dunia bisnis.

    Baca Juga: 12 Peluang Bisnis Di Pedesaan Paling Recommended di 2021

    Penghasilan tidak akan didapatkan bila tidak ada perekrutan

    Namun, bonus besar yang dijanjikan untuk para anggota ternyata hanya akan diperoleh setelah para anggota merekrut orang yang sebanyak-banyaknya. Bahkan 1 nama dapat membuat lebih dari 1 akun pada bisnis yang sama.

    Hal ini membuat skema ponzi juga kerap disamakan dengan sistem money game sehingga banyak orang yang merasa dicurangi dengan sistem seperti ini.

    Tidak memiliki produk khusus untuk dijual

    Pada sistem skema ponzi, Anda juga tidak akan menemukan produk khusus atau spesifik yang dijual oleh perusahaan tersebut. Hal ini wajar terjadi karena seluruh proses yang dijalankan berdasarkan pada proses rekrutmen yang dilakukan oleh semua anggota.

    Ciri skema ponzi yang khas tentu memudahkan Anda untuk membedakan sistem bisnis ini dengan jenis bisnis lainnya. Biasanya bisnis dengan sistem skema ponzi ditawarkan dalam bentuk paket Umroh yang bisa diperoleh bila Anda bergabung dengan bisnis ini.

    Sebelum Anda bergabung pada bisnis MLM atau skema ponzi, silahkan Anda benar benar mengenali ciri dari setiap bisnis tersebut. Setelah itu pertimbangkan resiko dan keuntungannya sehingga Anda tidak akan merasa dirugikan oleh sistem bisnis tersebut. 

    Perbedaan mlm dan skema ponzi

     

    Tabel Perbedaan MLM dan Skema Ponzi

    Berikut ini merupakan tabel perbedaan MLM dan skema ponzi yang harus Anda pahami sebelum memulai bergabung dalam bisnis tersebut:

    Faktor Pembeda MLM Skema Ponzi
    Sumber Penghasilan Penjualan produk Proses rekrutmen anggota
    Ketersediaan Produk Ada produk yang jelas Tidak ada produk yang pasti
    Proses Rekrutmen Tidak wajib Wajib
    Passive Income Ada, dari penjualan produk Hanya ada saat melakukan rekrutmen

    Poin tersebut merupakan faktor pembeda yang menunjukkan bahwa MLM memiliki cara kerja yang berbeda dengan skema ponzi. Dengan mengetahui perbedaan MLM dan skema ponzi, diharapkan Anda dapat memilih bisnis yang paling tepat untuk jangka panjang.

    (0)

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel